Thankyou for visit :)

Sabtu, 14 November 2009

November

* //
July 2009.

Awal dari sebuah cerita anak manusia dimulai.
Yaa, sebuah awal yang indah, untuk akhir yang menyakitkan.

Kita dipertemukan secara tiba-tiba. Dikala hati ini sedang resah, mencoba untuk menutup perasaan yang baru saja terluka dalam. Kamu datang bagai secuil cinta yang tersisa akan rindu ini.
Rasa gundah terus saja merasuki'ku, mencoba meneliti lebih dalam lagi. Teruus dan terus.

Hari yang indah untuk jiwa yang sepi.
Aku'pun terbangun dari tidur panjangku semalam, hingga sang mentari terbitkan cahayanya.
Kamu membangkitkanku dari rasa lelapku dan berkata sepatah demi patah, hal yang terkejutpun terjadi.
Kamu mengutarakan perasaanmu sejujurnya kepadaku.
Hingga aku tak dapat berkata atas kejujuranmu akan perasaan ini.
:)

** //
Agustus 2009.

Aku tetap saja bersikukuh terhadap hati ini.
Hati seorang anak manusia yang sedang terluka. Aku tetap meyakinkanmu bahwa hati ini tetap tak bisa menerima jawaban atas kejujuranmu. Dan aku'pun berkata yang sesungguhnya kepadamu, masih melekat cinta ini untuk dia yang pernah ada di hatiku.
Dan kamu'pun juga tetap berpegang teguh pada rasa itu.
Tetap menungguku, hingga hati ini sadar bahwa dia bukan yang terbaik.
Cintamulah yg terbaik, bukanlah dia.

09 Agustus 2009.
Pertemuan pertama kita, setelah sekian lama bertaut atas kegalauan hati yang berkecamuk di dalam dada.
Teringat akan kata pertama yang terucap dari bibirmu, kamu berkata bahwa kamu bahagia dapat bertemuku dan mencintaiku. Pujian terus saja mengalir dar bibirmu. Aku semakin terhenyak akan ketulusanmu memperjuangkan cinta ini.
Dan dari awal itulah aku percaya akan setiap kata cinta yang keluar dari setiap perkataan halusmu.

Jiwa ini makin tak tenang akan perasaan yang sedikit demi sedikit menggelut di hati.

*** //
September 2009.

Pelan-pelan rasa itu muncul lagi ke dalam jiwa ini. Aku jadi menyalahkan diriku sendiri, bercermin lalu memberontak kecil : "Kenapa aku bisa secepat ini membuka hatiku untuk kamu?".
Jiwa ini tersiksa berat, tak mampu untuk menahannya. Dan akupun harus menerima kenyataan akan cintaku.
Aku sayang padamu.

Menghadapi akan kenyataan itu, aku selalu berusaha menghindar menjauh dari kehidupanmu.
Aku tak mau rasa ini terus berkembang, begitu doaku tiap malam pada sang Tuhan.

Hari-haripun berjalan semestinya. Kamu memenuhi hariku dan akupun juga. Dunia ini lebih berwarna semenjak ada dirimu. Senyum ini terus berkembang tatkala kamu ucapkan kata cintamu itu tiap saat.
Bahkan kamu setia menghiburku di saat aku mengalami kondisi terpuruk sekalipun. Kamu tetap ada di saat ku butuhkanmu.
Rela menghapus air mata yang menggenang di wajah ini, dan kamu berikan pundak itu kepadaku sebagai sandaran agar aku lega meluapkan tiap perasaan yang menyesakkan dada.

Semenjak peristiwa itu, kamu dan aku semakin tak terpisahkan.
Tak ada hari tanpa smsmu atau list teleponmu di hapeku.
Andai kamu tahu, bahwa bahagianya diriku ini sangat memujamu tiap suka melanda jiwa ini.
Kamu membawaku melayang jauh ke dalam alam kehidupanmu lebih jauh.
Tak sadar hati ini semakin tersipu malu, merebak ke setiap sudut tubuhku.

"Sampai berapa lama aku harus menunggu kamu lagi, cha? Jujur aku capek. Andai aku boleh lebih jujur lagi, aku udh pengen akhirin hubungan yang ga jelas ini. Kamu gaa tau seberapa tersiksanya aku menggantung di hubungan ini. Aku capek, cha".
Begitulah cuplikan ungkapan perasaanmu padaku pada suatu hari.
Langsung saja, kadar cintaku padamu menurun seketika pada waktu itu, aku berubah jadi binal seketika dan berpresepsi sementara bahwa lelaki itu sama saja!
Tetapi, tetap saja kamu lagi-lagi berusaha meyakinkanku bahwa kamu tidak seburuk yang aku pikirkan.
:)

Peluh ini membasahi tubuh, tiap detik waktu yang kujalani serasa teramat susah.
Aku harus mengambil sebuah keputusan akan sebuah hubungan ini.
Aku yakin, tak ada seorangpun yang sanggup diombang-ambingkan oleh perasaan yang tak menentu.

Sebelum aku dan kamu melangkah lebih jauh lagi.

Selasa, 10 November 2009

Lihatlah lebih dekat :)

Gaak sengaja deh nemuin kata2 ini waktu search lagu di mp3, liat titlenya sih punya mbak Sherina Munaf, yaa langsung ketarik deh apalagi ini lagu udah jaman jadul bgt, waktu lagi gempar2nya film Petualangan Sherina hehe :). Seneng deh bisa dapet lagu ini, langsung aja yaa aku copy ke usb hapeku hehe ;).

Always listening, forever like to hearing that.

Gleg! Pas suatu hari dgr lagu ini, kok tiba2 jadi bergelimang air mata ya? ---a. Jadi keinget deh peristiwa itu, peristiwa yg buat hidup aku jadi berubah, mungkin sampe total. Fiuuuuh--". Mereka yg aku harapkan tiba2 menjauh satu persatu, tuh kan tambh frustasi. Haha :D
Apalagi liriknya mbak Sher, yg 'Lihat Segalanya, lebih dekat dan ku bisa menilai lebih bijaksana'
---a
Iyaa kan jadi melankolis gmana gtu pas denger lagu ini. Serasa jadi orang paling alone sedunia, ya walaupun ada sih beberapa yg masih care sama aku.
Huffff--"

Inget juga, waktu kapanannya tengkaran bgt sama mama, sampe mama nangis banget di deket aku :'(. Cumak bisa liat mama nangis deh trus juga ikutan nangis. And then, jadi acara tangis2an deh hehe :).
Mungkin sampe sekarang ya, aku blm say sorry sama mama, sampe detik ini. Tapi, mama udah bisa lupain tuh, buktinya sekarang mama udh bisa guyon lg sama aku. Huaaa you're the best mother ever i had :'(
Thanksfull, mom
:)
Tuh kan, gatau lagi deh mau cerita apa lagi, bingung ah. Udah nahan buat gaak sesenggukan daritadi, yaa mendingan udahan aja postingan sampe sini. Aku kuat :')
(Maaf kalo ada yg belum aku ceritain, dari drop!)